MEMBER LOGIN
            User
            
            Password
            
            Security Code
            
            Entry Code
             - 
            





















Mata Uang Jual Beli
USD
11600.00 10600.00
SGD
8003.40 7289.40
HKD
1497.80 1366.50
CHF
10624.90 9681.90
GBP
17237.30 15688.30
AUD
7952.70 7224.70
JPY
129.22 117.03
SEK
1480.95 1342.45
DKK
2193.00 1983.10
CAD
9533.35 8674.35
EUR
16235.38 14803.38
SAR
3102.20 2815.20


Perjalanan Hidup Eko Yuli Irawan Sampai Di Ajang Olimpiade Beijing 2008

Indonesia mendapatkan mendali pertamanya lewat cabang angkat besi dengan mencatat nama Eko Yuli Irawan di ajang Olimpiade Beijing 2008. Ia meraih perunggu di cabang angkat besi di kelas 56 kg dengan total angkatan 288 kg.

Prestasi yang dibuat lifter berusia 19 tahun ini tentu saja amat membanggakan di tengah-tengah pesimisme sebagian masyarakat Indonesia pada potensi prestasi olahraga negeri ini di level internasional, yang bahkan di kawasan Asia Tenggara pun Indonesia sudah lama tak nomor satu.

Memang perunggu bukanlah emas, tapi perunggu di ajang sebesar Olimpiade tetap saja tinggi nilainya. Lagi pula, siapa tahu prestasi Eko ini bisa menjadi inspirasi rekan-rekannya yang lain yang masih akan berjuang di tanah China.

Perjalanan hidup Eko sangat berat, Eko yang lahir di Lampung pada 24 Juli 1989 dari keluarga miskin. Ayahnya, Saman, seorang pengayuh becak, sedangkan ibunya, Wastiah, berjualan sayur.

Takdir Eko menjadi lifter bermula ketika ia menyaksikan sekelompok orang berlatih angkat besi di sebuah klub di daerahnya sekitar tujuh tahun silam. Lama kelamaan Eko kecil makin tertarik.

Pada awalnya Eko kecil sering diusir karena doyan mengintip orang latihan, pelatih klub Metro tersebut akhirnya mengajak Eko kecil ikut berlatih. Berbekal izin dari orangtuanya, setelah tugas menggembala kambing selesai, Eko pun mulai mengakrabkan diri dengan barbel.

Dengan arahan pelatih Suryono dan Johni, bakat Eko untuk menjadi “Hercules” mulai terasah. Selangkah demi selangkah ia meniti karir bertanding, sampai akhirnya nama dia mencuat.

Saat Kejuaraan Dunia 2006 di Santo Domingo, Republik Dominika, Eko berhasil menduduki peringkat delapan. Tampil di kelas 56 kg, ia mencatat total angkatan 266 kg.

Penghujung tahun berikutnya Eko berlaga di Kejuaraan Dunia Yunior di Praha, Republik Ceko. Hasilnya? Ia meraih medali emas dan terpilih sebagai lifter terbaik di kejuaraan tersebut.

Dia juga tampil di Kejuaraan Dunia 2007 di Chiang Mai dengan hasil dua perunggu. Di penghujung tahun itu Eko kembali mengharumkan nama Indonesia. Remaja bertinggi badan 155 cm itu berhasil menyabet medali emas di pentas SEA Games.

Pada 27 April-5 Mei lalu Eko sempat menjajal naik ke kelas 62 kg dan mengikuti Kejuaraan Asia di Kanazawa. Hasilnya juga luar biasa, ia mendulang medali perak.

Sebelum berlaga ke Olimpiade Beijing, yang mana merupakan Olimpiade pertamanya, Eko bertekad memberi sesuatu buat negaranya. “Saya akan mempersembahkan yang terbaik buat Indonesia,” ujarnya ketika itu.

Eko mewujudkan tekadnya. Walaupun bukan medali emas, tapi tetap saja berkat dia bendera “Merah Putih” dikerek ke atas untuk pertama kalinya podium kemenangan di Beijing dan Eko pun sempat menitikkan airmata. Ini tentu saja membanggakan.

dikutip dari detiksport.com

Baca Juga

Satu Komentar

  1. rere_saiiank abank niCoo Says:

    seLaMad bWt kk eKoo pRom rere

    [Reply]

Beri Komentar




January 2009
M T W T F S S
« Dec «-»  
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Copyright © 2008 jawararadio.com All Rights Reserved.