Kandungan Rawan Terkena Penyakit Jantung
Persoalan tentang penyebab penyakit jantung kini mulai sedikit terkuak setelah dalam pertemuan ‘Society for Endrocrinology’ terungkap bahwa penyakit jantung dimulai saat sang bayi berada dalam kandungan.
Tim dari University of Cambridge memperkirakan bahwa seorang ibu yang selama kehamilan mengalami `Pre-eclampsia` akan menjadikan bayi yang dilahirkan akan mengalami resiko penyakit jantung dikemudian hari.
`Pre-eclampsia` merupakan sebuah kondisi yang sering terjadi selama kehamilan dimana kondisi ini terjadi disebabkan kurangnya aliran oksigen ke rahim. Dalam kondisi seperti ini membuat bayi berkembang dengan jantung yang kurang berfungsi normal termasuk sistem metabolisme dan endocrine. Untuk bisa memastikan kaitan penyebab penyakit jantung sejak masih kandungan tim dari University of Cambridge memantau kehamilan dari tempat ketinggian yang tinggi dimana pada kondisi ini secara normal pasti akan sulit mendapatkan oksigen bagi sang ibu.
Alhasil pantauan menunjukan bahwa pertumbuhan bayi akan terbatas dengan aliran oksigen yang terbatas akan membuat kondisi bayi dalam rahim menjadi kurang berkembang terutama pada sisi jantung. Spekulasi inilah yang membuat tim berkesimpulan akan membuat sang bayi akan mengalami penyakit jantung dikemudian hari. “Kita tahu bahwa perubahan nutrisi akan berdampak pada perkembangan bayi dalam rahim dan mungkin berkurangnya aliran oksigen ke rahim akan menjadi penyebabnya,” jelas Dr Dino Giussani yang bertindak sebagai ketua tim peneliti.
Dr Dino Giussani menunjuk bahwa hasil peneltiain mereka menunjukan bahwa jumlah oksigen dalam rahim akan sangat menentukan terutama sebagai pemicu penyakit jantung dikemudian hari.
Dr Dino Giussani juga menyarankan agar memberian Vitamin C dan E, selain selenium dan lycopene agar kekurangan oksigen ini bisa diatasi.































10 October 2008 4:37 am
Informasinya bagus. Saya menemukan website dengan macam - macam cerita dan testimoni tentang kesehatan.
Silahkan kunjungi di PennasiaNormalization dot com
[Reply]